Showing posts with label Travel - Batam. Show all posts
Showing posts with label Travel - Batam. Show all posts

Thursday, April 17, 2025

Batam - Skin care yang digunakan oleh Pipid TA




Assalamualaikum,

Yang baju putih tu lah TG Batam namanya Pipid. Cantik kan. Kulitnya mulus bersih. Apa lagi sempat aku tanya apa skincare yang dia pakai. Tada.... Boleh tenguk di bawah ya. Lepas di beritahu Pipid apa skincare dia apa lagi merata le kami cari di Batam. Tak jumpa apa lagi shoppe le jadi mangsa. hehehehe

Wednesday, March 19, 2025

Batam - Hari ke 2 - Makan di tepi pantai



 



Assalamualaikum,

Video di atas adalah acara semasa datang. Ianya di buat bagaikan menyambut tetamu gitu. Comel-comel lepas tu dia ajak tetamu ikut sama berjoget. Yak yak yeh. 



Carrie pun join sama


Pemandangan yang kami lihat semasa datang. Air sedang surut agaknya kalau air pasang mungkin lagi cantik kut.


Jauh sungguh tebing dengan lautan. Agaknya kalau air pasang boleh berenang ke sebab nampak tak dalam pantainya, 



Tu dia ko dah habis. Masa sampai aku terus menonong cari bilik air sebab dah tak tahan sangat. Jadi bila dah lega terus lah masuk ke dalam. Sekali tenguk geng aku dah penuh 1 meja dengan orang lain. Aku je yang keseorangan tak ada tempat nak makan. Terpaksa lah join geng lain yang ada kosong. 

Mula-mula 2 persembahan tarian di adakan sambil tu dia beri air kelapa. Jadi masa aku sampai depa dah perabiskan air kelapa. huhuhu aku yang tertinggal ni tak dapat le rasa air kelapa. Sampainya hati depa tak ingat kat aku ya. huhuhuhu. 

Oleh kerana join group lain jadi makan pun segan-segan le. Mana yang ada depan mata je lah. Ada sekali tu ada sepiring ikan di kukus ke apa tak perasan. Depa perabiskan semuanya tak bagi kat aku. huhuhu lagi aku berhuhuhu. Sampai licin depa perabiskan. Sabor je lah. Yang depa tak suka baru tala kat aku. Macam siput gongong tu katanya femes kat Batam. Dan ini yang tujuan utama lunch kat tepi laut ni ialah nak bagi rasa siput gongong. Ada beberapa orang yang tak makan. Aku pun tak rasa sebab siput gongong tu besor lah boleh nampak isi perut dia. Kalau siput sedut aku suka sebab terus syrup masuk tekak. Tang ni kena korek dulu dalam siput baru makan. huhuhuhu nampak le body siput yang bergulung-gulung besor. Tak lalu aku nak makan. Dia masak rebus je.  

Masakan lain ok sedap.


Ni yang paling hujung dari tempat makan kami. Nampak jauh sungguh tu dari laut.


Perjalanan balik ke bas. Kenyang dah jom balik ke tempat lain pulak.


Angin sepoi-sepoi berhembus. 


Ni lah siput gonggong. Besar kan. Korek siputnya dengan lidi tu. Tapi sedap lagi siput sedut masak lomak cili api weiiiiii. hehehehehe

Jom janlan lagi  



Batam - Hari Ke 2 Kuih Lapis Tiara Bakery Batam

 




Assalamualaikum,

Kek lapis memang femes juga di indonesia apa lagi kat Batam ni. Lepas pi Anissa kami di bawa ke tempat kek lapis yang katanya tersohor dan sedap di Batam. 

Sunday, March 16, 2025

Batam - Hari ke 2 - Masjid Agung (Masjid Engku Hamidah)

 


Assalamualaikum,

Lepas melawat icon welcome to Batam kami ke Masjid Agung pula atau nama lain dia ialah Masjid Engku Hamidah.


Cantik masjid nya. Warna biru dan putih melatari bangunan tersebut. 


Kami bersama Pipid TG Batam


Kebetulan pulak pakai baju warna biru.... Biru mata hitam ku hehehehe


Kita orang ambil gambar di kawasan sekeliling ni je. Tak nampak pun ada yang masuk atau aku terlupa patutnya ambillah gambar didalam masjid kan. Dok syiok gambar di luar sampai lupa nak ambil gambar didalam dia.

Batam, Batamnews - Masjid Agung di Batam, yang sebelumnya dikenal dengan nama Masjid Agung Batam Center, kini resmi berganti nama menjadi Masjid Agung Raja Hamidah. 

Pembangunan masjid ini berlangsung pada masa kepemimpinan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, dan pemberian nama baru tersebut memiliki makna historis yang dalam, menghormati salah satu pahlawan Melayu, Engku Puteri Raja Hamidah.

Merujuk pada Kitab Tuhfat Al-Nafis karya Raja Haji Ahmad dan Raja Ali Haji, Pulau Penyengat, yang terletak di Provinsi Kepulauan Riau, menyimpan banyak kisah perjuangan heroik putra-putri Nusantara melawan penjajahan. 

Di tengah kisah perlawanan Kerajaan Riau-Lingga-Pahang melawan Belanda dan Inggris, Engku Puteri Raja Hamidah tampil sebagai sosok wanita tangguh, istri dari Sultan Mahmud Riayat Syah, yang memegang peranan penting dalam menjaga kedaulatan kerajaan.


Peran Penting Engku Puteri Raja Hamidah

Engku Hamidah, putri sulung dari Raja Haji Fisabilillah dan Ratu Emas, dikenal sebagai tokoh yang teguh mempertahankan simbol kedaulatan kerajaan, yaitu Regalia. Simbol tersebut berupa daun sirih besar terbuat dari emas yang hanya digunakan untuk penobatan sultan. 

Engku Hamidah dengan berani menyembunyikan Regalia tersebut agar tidak jatuh ke tangan penjajah, karena jika simbol ini direbut, kerajaan akan tunduk pada kekuasaan Belanda dan Inggris.

Peninggalan sejarah mencatat bahwa Engku Hamidah adalah satu-satunya perempuan yang berani berperang di Pulau Penyengat, mengikuti jejak ayah dan suaminya. 

Ia dianggap sebagai sosok yang memegang teguh adat istiadat Melayu, menjaga simbol kedaulatan kerajaan dengan segala resiko yang dihadapi.

Tokoh Pluralisme dan Emansipasi Perempuan

Sejarawan Abdul Malik dari Universitas Maritim Raja Ali Haji menyebut Engku Hamidah sebagai tokoh pluralisme. Dia mampu menyatukan warga dari berbagai etnis seperti Melayu, Bugis, Tionghoa, dan Minangkabau di bawah satu payung kerajaan. 

Salah satu contoh kehidupan pluralis ini terlihat dalam pernikahan Tan Tek Seng, seorang pemimpin Kapitan Tionghoa, yang menggelar pernikahan dengan memadukan adat Tionghoa dan Melayu.

Sejarawan lain, Raja Malik, menambahkan bahwa Engku Hamidah juga layak dianggap sebagai simbol emansipasi perempuan. Di masa itu, tidak banyak perempuan yang mengambil peran sebesar Engku Hamidah dalam bidang politik, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan. 

Ia tidak hanya menjadi pelindung Regalia, tetapi juga menjadi benteng terakhir dari kedaulatan kerajaan.

Pertimbangan Nama Masjid Agung Raja Hamidah

Nama Masjid Agung Raja Hamidah dipilih dengan berbagai pertimbangan, di antaranya:

  1. Pertimbangan Historis: Raja Hamidah adalah tokoh yang memainkan peran penting dalam sejarah Kesultanan Riau-Lingga, sehingga pemberian nama masjid ini merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa beliau.
  2. Pertimbangan Geografis: Masjid Agung Batam terletak di Jalan Engku Putri, yang merupakan nama lain dari Raja Hamidah, menciptakan keterkaitan simbolis antara nama jalan dan nama masjid.
  3. Pertimbangan Filosofis: Dalam bahasa Arab, nama "Raja Hamidah" memiliki arti mendalam, yakni "orang yang selalu memuji Allah", yang memberikan makna religius yang kuat untuk sebuah masjid.
  4. Pertimbangan Sinergis: Di Kota Batam sudah ada Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, sehingga penamaan Masjid Agung Raja Hamidah diharapkan dapat menciptakan sinergi yang baik antara dua masjid yang merepresentasikan pasangan tokoh penting dalam sejarah Kesultanan Riau-Lingga.
  5. Penamaan Masjid Agung Raja Hamidah ini bukan sekadar pemberian nama, tetapi bentuk penghormatan atas perjuangan besar seorang perempuan dalam menjaga kedaulatan kerajaan dan menjadi simbol kekuatan perempuan Melayu.

Kredit Batam News



Thursday, February 20, 2025

Batam - Hari Pertama - Masjid Sultan Mahmud Riayat Shah




Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah adalah sebuah masjid yang berada di kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Masjid ini memiliki kubah terbesar se-Indonesia  dan menjadi masjid terbesar di Batam dan di Sumatra 

Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah ini di inisiasi langsung oleh Walikota Batam kala itu, yakni Muhammad Rudi, dan peletakan batu pertama dilakukan pada 30 April 2017. Hingga akhirnya pembangunan selesai, dan masjid ini diresmikan pada 20 September 2019. Secara umum, pembangunan masjid ini menghabiskan dana sekitar 400 M.[3]

Masjid ini memiliki gaya arsitektur bernuansa Melayu dan Arab yang juga dikenal dengan nama Masjid Agung II.

Masjid Agung Batu Aji ini menyuguhkan nuansa syahdu melalui pilihan warna putih yang dominan. Secara kasat mata, Anda akan melihat bahwa masjid ini memiliki arsitektur bernuansa Melayu dan Arab.

Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah juga memiliki menara yang tingginya mencapai 99 meter.

Ketika Anda masuk ke halaman masjid, Anda akan melihat payung membran yang mirip seperti Masjid Nabawi. Terdapat 8 payung membran setinggi 17 meter.

total luas bangunan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah mencapai 57.114 meter persegi.

Sedangkan luas tanah Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah mencapai 41.422 meter persegi alias lebih dari 4 hektare.

Dengan luas bangunan dan lahan yang begitu besar, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah mampu menampung hingga 25.000 orang jemaah.

kredit wikipedia


                                    Macam kat Masjid Nabawi di Madinah je. Rindu nak pergi lagi 



                           Cantik warna biru dan putih berlatarkan langit biru dan awan putih.

Batam - Hari pertama - Lunch di Pacific Hotel

 



                                              Ni gambar dari Uncle Google. Time malam cantik kan

Persona Kepri - (Batam - Bintan - Tanjung Pinang - Pulau Penyengat) Perjalanan pergi

 


Keindahan kepulauan Riau - KEPRI


Persona Kepri (Kepulauan Riau) - 6hb Feb hingga 9 feb 2025

Monday, February 17, 2025